`

Kamis, 23 Februari 2012

The Power Of Will

Bismillahirrahmanirrahim

Kuawalitulisanku dengan pujian Kepada Tuhanku, Allah. Sang Maha pengasih danPenyayang, yang Maha segalanya Tiada hal yang Sebanding dengan EngkauYa Rabb, ampuni khilafku dan jadikan segalanya bermanfaat bagiku,Jauhkanlah jiwa ini dari haus dunia dan Kefanaan.

shalawatSerta Salam Semoga terkirim untukmu wahai Idola Dunia...The REAL WorldIDOL Prophet Muhammad SAW. Engkaulah Cahaya di Tengah Kegelapan YangMembuat Segalanya Terang benderang..Ya Rabb Jadikan Akhlak Kami semuliaAkhlaknya, Amien

Tak lupa ucapan terimakasihku untuk Semuanya,,,,

Kuawali tulisan ini dengan sebuah kisah, Ada 3 orang santri yang bertujuanUntuk pergi ke suatu tempat yang Jauh, dikarenakan sebuah Mandat yangdiberikan Kiai mereka untuk menguji suatu hal. santri Pertama atau kitasebut Si C dia adalah santri keturunan Orang kaya yang memiliki banyakuang. maka hal pertama yang dia siapkan adalah tiket, dia pergi mencariagen tiket termahal untuknya agar Bisa pergi dengan tenang dan nyaman, begitupun Santri Kedua Si D anak seorang pengacara (PengangguranBanyak Acara) yang dititipkan Orang Tuanya karena tidak Mampu membiayaiPendidikan Si anak, hal pertama yang dia Siapkan Bukanlah TiketMelainkan kenekatan dan Ketergesaan tanpa rencana dan Tanpa persiapanyang Jelas, dan santri Ketiga kita sebut Dia Si E Yatim piatu yanghidup mengabdi di Pesantren, hanya Bermodalkan 3 lembar Uang KertasSepuluh ribuan dan beberapa Liter beras yang ia dapat sewaktu membantuKoperasi Pesantren, diapun berangkat dengan penuh keyakinan. Di tengahPerjalanan, mereka dihadapkan dengan berbagai rintangan, Si E diawalidengan semangat, ia datang ke bandara untuk berangkat dengan PesawatTerbang, namun hal tak diduga terjadi, Pesawat yang hendak ia gunakanternyata mengalami penundaan hingga berjam jam lamanya, kurang sabardan Ragu akan mandat kiainya kemudian dia memutuskan untuk Tidak jadiberangkat dan dia Pulang Ke Pesantren Membawa Kekecewaan. Begitupun SiD dia berangkat dengan kenekatan dan Ketergesaan tanpa persiapan, Namundalam perjalananya dia dihadapkan pada sebuah realita bahwa, perjalananterlalu jauh dan tidak mungkin berjalan kaki, sedangkan menggunakanKendaraan ia tdak punya Uang dan Ia malas mencari Uang, lagipula MandatKiai tidak Jelas apa tujuan ia kesana Begitu pikirnya. Kemudian iamemutuskan Pulang dengan menelan Pil kekecewaan. Si E lain Ceritanya,walaupun Ia hanya memiliki 3 lembar uang Sepuluh Ribuan dan beberapaLiter Beras, ia rencanakan Kepergiannya dengan sangat Terencana danpenuh Keyakinan, Dia sadar Uangnya Tidak Cukup untuk menggunakanKendaraan umum maka Ia pun berjalan kaki ke tempat tujuannya, dan Uangtersebut ia gunakan Untuk membeli sebuah Lap kanebo dan Sabun, diaberjalan kaki pergi ke tempat tujuannya dan Hidup dengan jasamembersihkan kendaraan Orang2. Ia pun bermalam di tempat Orang2 baikhati yang bersedia memberikannya Tempat untuk Istirahat, tanpaPrasangka negatif dan Kecemasan terhadap mereka, karena Dia Yakin AkanTuhannya dan Malaikat yang selalu menemaninya kemanapun ia pergi.Haripun Berlalu sampailah Ia di Kota Tujuannya. Dia Disambut GembiraOleh Sang Kiai dan seluruh warga disana, ternyata sang kiai sedangmencarikan calon Suami untuk putrinya yang Jelita, yang Sholehah BakBidadari yang turun dari Syurga, Matanya terpelihara Tutur katanyaMulia dan pribadinya Sederhana, dan Si E lah yang berhakmendapatkannya.(terinspirasi dari kisah nyata) Subhanallah Demikiandahsyatnya Mental Si E sehingga Ia berani untuk terlepas dari belengguRagu, terbebas dari jerat Pikiran Negatif dan terhindar darikeputusasaan, hal apakah yang Ia miliki? Itulah Yang dinamakan "ThePower Of Will"

to be continued....

Surat Untuk Aktifis Kebenaran

Surat "itu" membuat jantung serasa ditusuk seribu duri, qalbu diiris sembilu dan jiwa menjadi gulana...sebuah pertanyaan yang timbul karena Galau...inikah realitas yang ada? beginikah hal yang sebenarnya terjadi?apa yang membuatnya begitu berbeda??tak dapat kurasa dengan logika dan tak terfikir oleh Asa hingga ku tak menyadari ada sebuah pertukaran posisi bahkan anda pun tidak menyadarinya...hanya dzikir yang kan menguak tabir...bukan benak manusia yang dipenuhi Satire dan Kikir..sebuah pertanyaan.......inikah jalan kebenaran, yang dijanjikan oleh Allah Tuhan seru sekalian Alam, dengan menghadiahi para pejuangnya dengan hadiah yang tidak terduga yaitu "jannah" yang diwariskan kepada orang beriman? tertegun saat Seorang ustadz dengan gamblang mengatakan dirinya tak lagi bersama dengan Organisasinya....dengan sejuta realita yang tak pernah terlintas dalam benak dan terbayangkan oleh Otak, ia menyodoriku dengan Sejuta pernyataan tentang "kemurnian dakwah"....ingin sekali kutanggapi walau ilmu tak setinggi kyai, kastaku bukanlah priayi ataupun terkenal bagai selebriti...tapi bukankah ku juga berhak mendapat kebenaran hakiki serta menawarkan sebuah solusi sebagai wujud ekspektasi dari hamba ciptaaan ilahi?????maka dari itu izinkan ku menyampaikan....isi hati dan unek2 diri dan kuingin ditanggapi lagi2 dengan hati....... dimulai dari sebuah kata yang begitu indah......masalah.karena dari masalah, semua menjadi terlihat salah...dia yang salah, mereka yang salah dan semuanya salah....bukankah tanpa masalah manusia menjadi bermasalah?lalu mengapa segala sesuatu menjadi demikian massive dan kontra produktif ketika dirundung masalah?dari kecil kecilan kemudian menjadi Dibesar besarkan..sadarlah tentang kemurnian...sadarlah bahwa manusia memang diciptakan berbeda antara satu dengan lainnya...jika satu individu saja sudah begitu berbedanya, lalu apa jadinya jika ia berjamaah? bukankah islam datang kepada kita untuk mempersatukan?bukan mendikotomikan, bahkan ketika islam memegang posisi tertinggi dalam sebuah tataran, tak ada satu pihak pun yang merasa dirugikan atau terdeskreditkan...sekali lagi sejarah menjadi bukti konkritnya.lalu mengapa begitu sibuk menyalahkan?sudah habiskah pekerjaan yang perlu diselesaikan??atau sekarang, kemiskinan sudah bermetamorfosa menjadi kemiskinan agenda,,,bukan lagi kemiskinan harta atau Azzam....dan jika ini pasal yang terjadi dewasa ini, sudah selayaknya kemiskinan itu segera dientaskan...maukah aktifitas ini yang justru menjadi akhir dari kehidupan kita?????yang bercita cita luhur Mati Syahid atau hidup mulia???ketika segala urusan dunia ini begitu menyita waktu dan pikiran kita...Hidup adalah kesempatan dan dakwah adalah Pilihan....jangan mati kreasi, justru bangkit dan perbaiki.....apakah dengan dipisahkan dari jamaah membuat kita masuk neraka??belum tentu....lalu apakah juga jaminan Syurga? sekali lagi belum tentu............Lebih baik menyalakan lilin daripada mencela kegelapan
Lebih baik memberi Solusi daripada Selalu menunjukan Ekspresi Sakit hati....
Lebih baik Kecewa daripada menjadi Jemawa....
seberat apapun Inilah perjuangan,,,,,,Bukanlah PKS, HTI, JT, Salafy, NU Muhamadiyah, PPP, PKB atau oknum2 lainnya yang menjamin Syurga Bukan juga Kita...dan bahkan Muhammad SAW...melainkan Allah yang telah Ridho kepada hambanya...STOP!!!merasa diri lebih baik dari orang lain......dimata Allah lah Pelacur yang Hina menjadi Mulia dan dimata Allah pulalah ratusan tahun ibadah seorang ulama menjadi Sia", maka tidak ada hak menjustifikasi kebenaran, selama berpedoman kepada Sunnah dan Quran. karena mereka pun memiliki cara sendiri untuk mencari Ridho Ilahi...hanya saja perlu sedikit koreksi, bukan sarana infiltrasi, profokasi ataupun destruksi, melainkan rekonsiliasi supaya mengetahui kebenaran Hakiki, sebab mereka telah berjanji sebagai muslim sejati, dengan bersyahadat atas nama Ilahi, sepantasnya biar Allah sahaja lah yang kan menagih Janji....teringat saat Umar R.A pun meyakinkan Abu bakar ketika hendak menyerang para pembangkang zakat dengan berkata "Pikirkan wahai saudaraku...mereka masih Shalat" bukankah itu berarti adanya rasa cinta wihdatul aqidah disana.meskipun kebenaran tetap harus ditegakkan.....
Kemurnian ukhuwah memiliki batasan terendah hilangnya suudzhon(pikiran buruk) dan itsar(mementingkan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingan sendiri) sebagai yang tertinggi...
Ridho Allahlah yang kita cari, dan hanya Allah yang sanggup memberi.....Semangat Sob ladang dakwah masih banyak, daripada saling menyalahkan dari segala sisi mari koreksi dan perbaiki, agar kita tidak hanya bijaksana tapi juga bijaksini, karena justru mungkin kesalahan ada didalam diri dan rasa tinggi hati serta dosa diri yang membuatnya menjadi tertutupi,,,, mereka bukan jamaah malaikat tapi mereka tetap orang2 hebat Selama menjunjung 2 kalimah Syahadat, mari bersaing Secara Sehat dengan berfastabiqul khairat, hingga bahagia dunia akhirat...teringat tentang sebuah pertanyaan...
mengapa Ulama akhirat lebih bijaksana menerima perbedaan daripada ulama dunia? karena Syurga Itu Luas dan Dunia ini begitu sempit (syukron) ...mari menjadi ulama2 akhirat
from me who loves u coz Allah...
Asep cahya Nugraha ^_^

Minggu, 18 Oktober 2009

Dual Core
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Dual Core adalah penggunaan dua buah inti (core) prosesor dalam sebuah kemasan prosesor konvensional. Dual core (inti prosesor) ditempatkan pada sebuah CPU untuk meningkatkan kinerjanya. Setiap core ini tidak lebih cepat dibanding CPU biasa dengan clockspeed yang sama, tetapi semua proses perhitungan dibagi kepada 2 inti prosesor tersebut.

Logikanya, menggunakan prosesor multi-core akan mempercepat perhitungan algoritma yang dikerjakan sebuah sistem PC. Diibaratkan, berpikir sebuah pekerjaan dengan menggunakan dua otak, tentunya pekerjaan itu akan lebih cepat selesai. Produsen prosesor terkemuka di dunia (Intel dan AMD), mengembangkan teknologi dual core ini karena tuntutan aplikasi-aplikasi yang semakin tinggi atas prosesor yang memiliki tingkat komputasi yang tinggi. Karena pengembangan prosesor dengan menggunakan satu inti sudah mulai stagnan, maka mulai dikembangkan prosesor yang memiliki inti prosesor lebih dari satu.

[sunting] Pranala luar