`

Kamis, 23 Februari 2012

Surat Untuk Aktifis Kebenaran

Surat "itu" membuat jantung serasa ditusuk seribu duri, qalbu diiris sembilu dan jiwa menjadi gulana...sebuah pertanyaan yang timbul karena Galau...inikah realitas yang ada? beginikah hal yang sebenarnya terjadi?apa yang membuatnya begitu berbeda??tak dapat kurasa dengan logika dan tak terfikir oleh Asa hingga ku tak menyadari ada sebuah pertukaran posisi bahkan anda pun tidak menyadarinya...hanya dzikir yang kan menguak tabir...bukan benak manusia yang dipenuhi Satire dan Kikir..sebuah pertanyaan.......inikah jalan kebenaran, yang dijanjikan oleh Allah Tuhan seru sekalian Alam, dengan menghadiahi para pejuangnya dengan hadiah yang tidak terduga yaitu "jannah" yang diwariskan kepada orang beriman? tertegun saat Seorang ustadz dengan gamblang mengatakan dirinya tak lagi bersama dengan Organisasinya....dengan sejuta realita yang tak pernah terlintas dalam benak dan terbayangkan oleh Otak, ia menyodoriku dengan Sejuta pernyataan tentang "kemurnian dakwah"....ingin sekali kutanggapi walau ilmu tak setinggi kyai, kastaku bukanlah priayi ataupun terkenal bagai selebriti...tapi bukankah ku juga berhak mendapat kebenaran hakiki serta menawarkan sebuah solusi sebagai wujud ekspektasi dari hamba ciptaaan ilahi?????maka dari itu izinkan ku menyampaikan....isi hati dan unek2 diri dan kuingin ditanggapi lagi2 dengan hati....... dimulai dari sebuah kata yang begitu indah......masalah.karena dari masalah, semua menjadi terlihat salah...dia yang salah, mereka yang salah dan semuanya salah....bukankah tanpa masalah manusia menjadi bermasalah?lalu mengapa segala sesuatu menjadi demikian massive dan kontra produktif ketika dirundung masalah?dari kecil kecilan kemudian menjadi Dibesar besarkan..sadarlah tentang kemurnian...sadarlah bahwa manusia memang diciptakan berbeda antara satu dengan lainnya...jika satu individu saja sudah begitu berbedanya, lalu apa jadinya jika ia berjamaah? bukankah islam datang kepada kita untuk mempersatukan?bukan mendikotomikan, bahkan ketika islam memegang posisi tertinggi dalam sebuah tataran, tak ada satu pihak pun yang merasa dirugikan atau terdeskreditkan...sekali lagi sejarah menjadi bukti konkritnya.lalu mengapa begitu sibuk menyalahkan?sudah habiskah pekerjaan yang perlu diselesaikan??atau sekarang, kemiskinan sudah bermetamorfosa menjadi kemiskinan agenda,,,bukan lagi kemiskinan harta atau Azzam....dan jika ini pasal yang terjadi dewasa ini, sudah selayaknya kemiskinan itu segera dientaskan...maukah aktifitas ini yang justru menjadi akhir dari kehidupan kita?????yang bercita cita luhur Mati Syahid atau hidup mulia???ketika segala urusan dunia ini begitu menyita waktu dan pikiran kita...Hidup adalah kesempatan dan dakwah adalah Pilihan....jangan mati kreasi, justru bangkit dan perbaiki.....apakah dengan dipisahkan dari jamaah membuat kita masuk neraka??belum tentu....lalu apakah juga jaminan Syurga? sekali lagi belum tentu............Lebih baik menyalakan lilin daripada mencela kegelapan
Lebih baik memberi Solusi daripada Selalu menunjukan Ekspresi Sakit hati....
Lebih baik Kecewa daripada menjadi Jemawa....
seberat apapun Inilah perjuangan,,,,,,Bukanlah PKS, HTI, JT, Salafy, NU Muhamadiyah, PPP, PKB atau oknum2 lainnya yang menjamin Syurga Bukan juga Kita...dan bahkan Muhammad SAW...melainkan Allah yang telah Ridho kepada hambanya...STOP!!!merasa diri lebih baik dari orang lain......dimata Allah lah Pelacur yang Hina menjadi Mulia dan dimata Allah pulalah ratusan tahun ibadah seorang ulama menjadi Sia", maka tidak ada hak menjustifikasi kebenaran, selama berpedoman kepada Sunnah dan Quran. karena mereka pun memiliki cara sendiri untuk mencari Ridho Ilahi...hanya saja perlu sedikit koreksi, bukan sarana infiltrasi, profokasi ataupun destruksi, melainkan rekonsiliasi supaya mengetahui kebenaran Hakiki, sebab mereka telah berjanji sebagai muslim sejati, dengan bersyahadat atas nama Ilahi, sepantasnya biar Allah sahaja lah yang kan menagih Janji....teringat saat Umar R.A pun meyakinkan Abu bakar ketika hendak menyerang para pembangkang zakat dengan berkata "Pikirkan wahai saudaraku...mereka masih Shalat" bukankah itu berarti adanya rasa cinta wihdatul aqidah disana.meskipun kebenaran tetap harus ditegakkan.....
Kemurnian ukhuwah memiliki batasan terendah hilangnya suudzhon(pikiran buruk) dan itsar(mementingkan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingan sendiri) sebagai yang tertinggi...
Ridho Allahlah yang kita cari, dan hanya Allah yang sanggup memberi.....Semangat Sob ladang dakwah masih banyak, daripada saling menyalahkan dari segala sisi mari koreksi dan perbaiki, agar kita tidak hanya bijaksana tapi juga bijaksini, karena justru mungkin kesalahan ada didalam diri dan rasa tinggi hati serta dosa diri yang membuatnya menjadi tertutupi,,,, mereka bukan jamaah malaikat tapi mereka tetap orang2 hebat Selama menjunjung 2 kalimah Syahadat, mari bersaing Secara Sehat dengan berfastabiqul khairat, hingga bahagia dunia akhirat...teringat tentang sebuah pertanyaan...
mengapa Ulama akhirat lebih bijaksana menerima perbedaan daripada ulama dunia? karena Syurga Itu Luas dan Dunia ini begitu sempit (syukron) ...mari menjadi ulama2 akhirat
from me who loves u coz Allah...
Asep cahya Nugraha ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar